Senin, 30 Agustus 2010

LASKAR PENJANGKAU JIWA


Teks: Lukas 5:17-26
Tema: Menjangkau jiwa-jiwa dengan keyakinan kuasa Allah, kasih dan kerja sama.


Intro:
Ketika seseorang mendapat lawatan/mukjizat dari Tuhan, itu biasanya terjadi kalau bukan anugerah Tuhan (kedaulatan Tuhan/Providentia Dei) yah pasti iman orang tersebut.
Contoh yang merupakan anugerah Tuhan terdapat di Injil Yohanes 9:1-3 (Orang yang buta sejak lahirnya) sedangkan contoh dari iman seseorang yang teguh kita bisa jumpai dalam Matius 9:20-25 (Perempuan yang sakit pendarahan).

Namun Firman Tuhan yang kita baca saat ini memberikan suatu surprise/kejutan karena ada orang yang mendapat jamahan Yesus karena iman dan karya dari orang lain.
Seseorang diselamatkan karena ada orang-orang yang terbeban bagi kehidupannya. 

Sungguh suatu berita yang menyukakan hati dan membuat kita bersemangat bahwa sebenarnya usaha yang kita lakukan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang bukanlah usaha menjaring angin.  Bahwa nasib mereka dan masa depan mereka tidak hanya tergantung kepada usaha mereka sendiri, tetapi juga bisa ditentukan oleh orang lain.

Namun di sisi lain bila terjadi suatu ”musibah” di dalam kehidupan mereka, itu juga bukan kesalahan mereka 100% semuanya. Kalau mau jujur, ada orang-orang di sekitar mereka yang sebetulnya turut bertanggung jawab. Seperti pepatah yang mengatakan ”It Takes Two To Tango” (diperlukan 2 orang untuk bisa menari tango).

Sadar atau tidak sadar, sebenarnya ada pengaruh dari orang-orang disekeliling kita yang membentuk hidup kita.

Nah kalau kita ingin menjangkau jiwa ada beberapa hal yang harus kita lakukan:

1. Punya keyakinan yang kokoh di dalam Tuhan (17).

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah yakin bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang berkuasa. Ia dapat menyembuhkan, memulihkan, menjamah, menguatkan hidup manusia.
- Hal yang mengherankan adalah dari sekian banyak orang yang ada di dalam rumah itu, yang mengalami kesembuhan ”cuma” si lumpuh saja.  Padahal firman Tuhan mengatakan bahwa ”Kuasa Tuhan menyertai Dia” sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Dalam bahasa aslinya bukan berarti bahwa ada orang yang disembuhkan.

-Karena terlalu banyak pikiran negatif, logika yang bermain, prinsip hidup yang salah, orientasi yang keliru, menyebabkan mereka tidak dapat mengalami kuasa Tuhan.  Terlalu curiga dengan kegerakan Allah, mencoba menafsirkan kuasa Allah.
Sama seperti kita memandang matahari: coba-coba menganalisa berapa kadar helium, hidrogen, berapa jaraknya dari bumi, berapa kekuatan cahayanya...itu semua tidak penting.  Yang penting adalah ketika kita melihat matahari kita keluarkan jemuran kita, manfaatkan sinarnya untuk kesehatan kulit kita, dll.

Nah di dalam gereja Pentakosta sendiri ada sedikit kebingungan di dalam memahami kuasa Allah.  Ketimbang berdoa dan mencari kehendak Tuhan di dalam gerejanya sendiri, sekarang malah pindah ke gereja lain yang sepertinya lebih manjur, top, yahud kuasa kesembuhannya. Kalo ngga kesitu..ngga bakalan sembuh!!  Maaf saya mengatakan, “Mengapa harus kesana?” Apa cuma di sana saja ada kesembuhan ilahi, kelepasan, dll. Bukankah Tuhan yang disembah sama, Roh Kudusnya sama?
Ini sebaiknya menjadi pemikiran kita bersama, mari periksa keyakinan kita sendiri, sudah benar-benar percaya atau belum akan kuasa Tuhan. Jangan-jangan masalahnya justru di dalam kita sendiri yang meragukan kuasa Tuhan sehingga tidak dapat melihat mukjizat Tuhan.

Teman-teman si lumpuh percaya dan yakin bahwa Tuhan berkuasa menyembuhkan. Hanya Tuhan yang sanggup dan bisa menolong. Hanya Tuhan yang bisa membuat masa depan kita gilang gemilang.  Jangan andalkan yang lain, jangan andalkan manusia, percayalah kepada Tuhan dan kuasa-Nya yang ajaib.

2. Melakukan tindakan dan bukan sekedar slogan (18)

Ada peribahasa ”Merpati tak pernah ingkar janji.” Tapi sekarang merpati sering ingkar janji, maksudnya keberangkatannya tertunda/delay. Janji berangkat jam 07.40, taunya jadi jam 10.40? Cape dehhh

Bentuk perwujudan kasih Kristus adalah dengan melakukan perbuatan kasih. Kasih itu abstrak sehingga ia perlu diterjemahkan ke dalam tindakan. Seperti kata I love you, yah harus ditunjukkan dengan perbuatan mengasihi. Seperti seseorang yang mau menembak cewek, ia berlatih mengucapkan i love you, tapi pada hari H-nya justru mengucapkan happy birthday to you.

Mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan (invisible), hanya bisa terbukti dengan tindakan kita mengasihi orang-orang di sekitar kita.
Lih. Matius 25:35-40, dst.

Apa yang dilakukan oleh teman-teman si lumpuh?  Mereka bukan sekedar memberitahu bahwa ada seorang bernama Yesus yang sanggup melakukan mukjizat. Mereka ini bukan sekedar calo-calo di terminal yang teriak-teriak Garogol-garogol...tapi ngga ikutan naik,  mereka bukan cuma sekedar bagi-bagi brosur ada KKR dan merasa sudah cukup sampai di situ.

Laskar Penjangkau Jiwa selalu melakukan lebih daripada apa yang biasanya dilakukan orang dunia. Mereka selalu selangkah/dua langkah lebih maju.  Seperti apa yang Yesus katakan kalau ada orang menyuruh berjalan 1 km, berjalanlah 2 km. Ada yang minta baju kasih sekalian jasnya, dll.  Bukan yang standar-standar saja.  Bukan STD.

Ketika mereka berjumpa dengan si lumpuh, mereka berkata ”ini orang perlu Yesus” dan mereka juga berkata ”Ini orang harus ketemu Yesus” dan terus mereka berkata satu kepada yang lain ”Mari kita bawa dia, kita gotong dia ketemu Yesus.”

Kesaksian: saya bertobat dan bisa jadi hamba Tuhan karena ada orang yang menjumpai dan mengajak saya ke gereja. Padahal orang tersebut baru kenal beberapa waktu dan ia adalah seorang wanita. Tapi ia mau bela-belain datang menjemput ke rumah saya. (Bayangkan seorang wanita baru kenal, berani menjemput ke rumah). Hatinya sungguh digerakkan oleh Tuhan buat saya, orang yang terhilang.

Rekan saya pernah membuat skripsi ”Hubungan pertemanan dengan lamanya suatu Kaum Muda tinggal di dalam suatu gereja.” Dia menyelidiki apa yang membuat Kaum Muda bisa awet bergereja di suatu tempat. Hasilnya adalah:  Jika jiwa baru itu mendapat teman-teman yang care, ia akan bertahan; namun bila tidak mendapat teman-teman yang peduli maka ia akan pindah ke tempat lain. Dan hal itu terbukti di dalam Survei (ia meneliti di 5 gereja besar di Ibukota).

3. Melakukan kerja sama (19)

Dalam film seri Smallville, Chloe Sullivan berkata kepada Clark Kent (superboy/superman), “You cant save the world alone, you need a partner.”  Sekalipun engkau memiliki kemampuan, tapi hasilnya tidak akan sehebat ketika engkau melakukannya bersama-sama dengan orang lain. Bahkan superman pun tidak bisa kerja sendiri.

Seperti sapu lidi: 1 batang lidi tidak punya pengaruh apa-apa, tapi ketika puluhan batang bersatu dan diikat, nyamuk keder.

Untuk hasil yang lebih luas, dampak yang lebih besar kita perlu kerja sama. Karena kita pun perlu dukungan, kita bisa cape, lelah, putus asa, tanpa peran serta saudara-saudara yang lain, bisa-bisa hipertensi dan layu sebelum berkembang.

Ketika ada masalah yang menghadang, mereka bisa bertukar pikiran, ada ide-ide cemerlang yang dicetuskan. Ketika terbentur dinding, diskusi memberi pencerahan ”Naik ke atap”.

Saling menghormati, saling mengagumi bukan iri-irian, saling mendukung, tepo seliro wah suatu perkumpulan yang sangat menakjubkan.  Bagaimana mereka mencoba membawa naik si lumpuh ke atas atap, lalu bersama-sama mencoba menurunkannya.

Itulah sebabnya Allah menciptakan Hawa untuk menemani Adam, karena Allah tahu Adam akan pontang-panting mengurus taman Eden, dan tidak ada teman curhat, berbagi cerita.  Masa..curhat ama kambing, gosip ama ayam, mana enak, kalau ada yang seperti itu mungkin agak kurang 1 ons alias gila.

Memang zaman ini zamannya berkompetisi, kita bersaing, siapa lebih cepat, kuat, perkasa. Tapi firman Tuhan ini mengajarkan nilai yang berharga dari suatu kerja sama.  Ketika Ia melihat iman mereka....Tuhan melakukan suatu perkara yang ajaib.  Benarlah perkataan Yesus, ketika 2-3 orang berkumpul di dalam Nama-Ku, Aku ada disitu.
Oh indahnya persatuan dan kesatuan.

Mari kita bersatu mengeluarkan jiwa-jiwa itu dari ruang ICU.  Mari kita bawa rekan-rekan kita yang ”lumpuh-lumpuh rohani” karena pengaruh di sekitar mereka yang membuat mereka menjadi lumpuh. Mereka perlu jamahan Tuhan. Kobarkan roh doa, singsingkan lengan baju, gulung kaki celana, berganden tangan, rapatkan barisan dan tuailah jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan.

Majulah hai Laskar Penjangkau Jiwa!! Amin.


by: Johannes L.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar