Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

BELAJAR MENYATAKAN KASIH DALAM PERGAULAN

Teks            : 1 Yohanes 4:7-12.
Tujuan            : Agar setiap orang dapat memberikan kasih kepada orang sesuai dengan yang Allah ajarkan.

Pendahuluan    : Semua orang familiar dengan kata “ KASIH “.Namun banyak orang tidak mengetahui makna kasih yang sebenarnya. Kasih yang sebenarnya dalam kamus besar bahasa Indonesia yaitu pemberian secara tulus.
Menurut para ahli manajement,kasih itu adalah hal-hal yang tidak dapat diperhitungkan.
Para Ulama sendiri memiliki tanggapan bahwa kasih adalah suatu Creativitas yang dibuat oleh manusia dan dapat diperlihatkan secara jelas.
Sedangkan arti kata pergaulan secara umum yaitu,Jalinan antara individu dengan individu yang lainnya.atau antara individu dengan komunitasnya,bahkan individu dengan lingkungannya.
Berbicara tentang hal-hal yang baik dalam pergaulan memang sangat mudah,namun yang dibutuhkan adalah perbutan baik yang nyata.

I LOVE YOU Anee ohev otakh

(Ibrani)
1 Yohanes 4:10

In this love , not that we loved God, but that He loved us and debt His son to be  the propitiation for our sin.
Inilah Kasih itu: Bukan kita yng telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Rabu, 25 Agustus 2010

Melayani TUHAN di Dunia Kerja


Kolose 3: 23-25

Pendahuluan :
 Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil stoples kosong dan mengisinya dengan bola-bola golf. Kemudian ia bertanya pada murid-muridnya, "Apakah stoples sudah penuh?" Para murid setuju!! ... (dikutip dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=422029224159)

Kalau kita menyimak cerita tadi, sering kali dalam dunia kerja, terjadi sikap seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut. Benar tidaknya fakta bukan menjadi masalah, yang penting ABS.

Senin, 31 Mei 2010

THE FORBEARANCE OF GOD

THE FORBEARANCE OF GOD
(KESABARAN ALLAH)
Oleh : Pdt Yohannes Leiwakabessy, MA.

            Sebelum Allah membinasakan dunia dengan air bah, Ia memberikan waktu yang sangat panjang kepada manusia dengan maksud mereka dapat bertobat dan berbalik dari jalan mereka yang jahat.  Para rabbi telah menghitung  bahwa ada 10 generasi dari Adam sampai Nuh,untuk menunjukkan betapa sabarnya Allah menunggu orang-orang berdosa untuk bertobat.  Tetapi segalanya bukannya bertambah baik malah

Bagaimana menyikapi uang


Uang Membuat kita diberkati Tetapi juga Bisa Menjadi Kutuk
( ITim. 6:9-10)
Oleh : Pdt AgusTriyanto, M.Th.


Pendahuluan
Uang adalah salah satu hal penting dalam kehidupan, tapi bukan yg terpenting. Berbicara masalah uang bisa membawa dua dampak dalam Kehidupan Manusia.
Segi Negatif : Uang bisa menjadi kutuk bagi orang yang menyalahgunakan hal tersebut dalam hidupnya. Mulai dari cari uang, mengunakan dan mengelola uang dengan cara yang salah akan membawa dampak malapetaka atau kutuk dalam kehidupannya. Misalnya : Cari Uang melalui bantuan Iblis (pergi ke gunung Kawi biar cepat kaya).
Segi Positif : Dengan Uang kita juga bisa diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain.

INGAT BAIK-BAIK : Sikap kita terhadap uang akan menentukan kita diberkati atau kita kena kutuk atau malapetaka.
Cara Anda menggunakan uang adalah sama dengan cara Anda menggunakan hidup Anda. Ketika Anda memberikan uang kepada Tuhan berarti Anda memberi hidup Anda sendiri kepada Tuhan..

Dari ayat tersebut di atas, kita menemukan beberapa pelajaran penting yang dapat kita praktekkan, yaitu :

1.   KEINGINAN AKAN UANG DENGAN CARA YANG SALAH AKAN MEMBAWA DAMPAK YANG TIDAK BAIK ( AYAT 9)

Pencobaan datang dari yang dilihat, didengar dan dipikirkan sampai kepada keinginan yang haram akan membuat kita terjerat. Alat dari pencobaan bisa berupa UANG. Di sini Paulus tidak semata-mata mengecam orang kaya, melainkan mereka yang ingin kaya dengan cara yang salah. Keinginan itu memusatkan perhatian dan perjuangan mereka kepada kekayaan materil danmelupakan kekayaan lain. Orang semacam itu akan mudah terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat iblis, karena Iblis menawarkan kekayaan itu melalui cara-cara yang tidak halal (Bnd. Matius4: 9).
Ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa – (yun: nafsu yang bodoh) – karena mereka tidak menginginkan hal-hal yang lebih berharga dan nilainya adalah kekekalan. – Baca Matius 6:19-21
Yang mencelakakan,  dan menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan serta kebinasaan artinya mereka membayar terlalu mahal untuk kekayaan itu, yaitu keselamatan jiwanya (Matius 16 : 26) – baca ya!

Orang tipe ini harga dirinya terletak pada uang. Ingat bahwa uang tidak akan pernah kita bawa sampai mati. Seperti pepatah Spanyol : tidak ada satu kantong pundi dalam pakaian orang mati.

Apalagi Anda menginginkan kekayaan  untuk mengobarkan hawa nafsu  – hati-hati kita akan menyimpang dari IMAN sehingga uang menjadi kutuk bagi kita.
Ayat 10 Jangan menjadi orang yang cinta uang, tetapi gunakanlah uang tersebut untuk  melayani Anda dan melayani tujuan Allah dalam hidup Anda. Uanglah yang seharusnya menjadi hamba. Jika Anda mengelola uang selaras dengan Firman Allah, uang akan melayani Anda, bukan menguasai Anda. Oleh karena itu pahamilah tempat dan tujuan uang Anda sambil menjaga fokus hanya kepada Tuhan sebagai penyedia dari uang tersebut. Jadi apa yang dimaksud dengan cinta uang akar segala kejahatan? Orang yang cinta uang mulai dari memburu uang dengan cara menyimpang dari iman, maka penyimpangan itu merupakan suatu proses. Lambat laun orang-orang ini akan kehilangan imannya, karena iman hanya dapat dipelihara dalam hati nurani yang suci. Contoh : Ceritakan kasus pak slamet. Sedangkan dampak cinta akan uang – itu dapat menyiksa dalam berbagai duka ( dalam bahasa Yunani : seperti menusuk dengan pisau) – sehingga dampaknya pelbagai pengalaman yang menyedihkan sebagai akibat dari perbuatan dosanya menguasai kita.

2.  Menginvestasikan Uang Di Surga Merupakan Cara Terbaik  Untuk diberkati oleh Tuhan (Matius 6:19-20)
Kecenderungan manusia adalah menginginkan barang-barangnya yang diperolehnya tahan lama, misalnya : beli TV, kulkas, dsb yang tahan lama.
Dari ayat tersebut di atas,Tuhan Yesus hendak memperingatkan agar :
a.   Waspadalah terhadap kenikmatan terhadap kenikmatan yang bisa rusak.
Ngengat berhubungan dengan baju. Semua kenikmatan jasmani pasti akan mengalami kerusakan. Kenikmatan jasmani adalah seperti obat-obatan : mula-mula manjur dan sangat terasa tetapi lama-kelamaan makin kurang menjur. Ingat baju maha indah dengan perhiasan sebagai tanda bahwa orang itu kaya.
b.   Waspadalah terhadap kenikmatan yang dapat digerogoti
Karat (Yun : Brosis) – artinya memakan habis seperti jagung di gudang dimakan habis oleh ulat dan tikus (tidak tahan lama).
c.  Waspadalah terhadap kenikmatan yang dapat dicuri – Merasa bahagia memiliki banyak uang dan kekayaan tetapi ketika itu dicuri membuatnya menjadi gila.
Mengapa Janda di Sarfat dan janda di PB berani memberikan apa yang ia punya kepada Tuhan? jawabannya adalah karena nilai dan harga dirinya ada di Surga.

3.   Harta yang Terindah itu terletak pada HATI(Matius 6: 21)
Firman Allah mengatakan :”Di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada." Maksudnya :
1.  Kalau manusia itu menghargai dan menaruh hatinya pada hal-hal duniawi, maka ia tidak akan mempunyai niat untuk hal-hal yang ada di dunia yang akan datang.
2.  Tetapi kalau selama hidupnya, matanya tertuju pada hal-hal yang kekal,  maka ia akan menganggap ringan saja hal-hal yang ada di dunia ini.
Ingat : Dunia ini bukanlah akhir, melainkan suatu tahap saja dari suatu perjalanan. AMIN.

Sekolah Padang Gurun


Thema : Sekolah Padang Gurun
( Ulangan 32 : 10 - 14 )
(Pdt Agus Triyanto, M.Th.)

Pendahuluan :
Tuhan  mempunyai sekolah yaitu sekolah padang gurun. Kampus tersebut kering dan tandus di mana Allah menempatkan anak-anakNya, mempersiapkan mereka untuk suatu tugas khusus di dalam kehidupan. Kata Ibrani Padang Gurun adalah midbar yang berasal dari dari kata dahbar yang berarti berbicara.  Jadi di padang gurun inilah Allah berbicara, tempat di mana Dia mengkomunikasikan beberapa pesan yang paling penting untuk kita. Di sekolah ini, Tuhan membuat kurikulum yang bertujuan untuk membangun kualitas karakter dalam hidup kita. Jika kita tidak mengikutiNya kita tidak dapat memperolehnya. Di dalam kurikulum tersebut perasaan yang tiba-tiba Anda alami adalah Allah sepertinya menghilang! Anda mungkin akan bertanya, "Dimanakah Dia? Mengapa  Dia meninggalkanku di tempat ini?" Hal ini pernah dialami oleh Daud atau Tuhan Yesus sehingga terucaplah kalimat,”Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Kisah lain, betapa menariknya Allah menaruh Musa untuk melewati masa 40 tahun di Padang Gurun (Baca Ulangan 8:2). Hal yang perlu kita tanyakan : "Mengapa Allah memimpin dan mengajar melalui padang Gurun?"

Pertama, Untuk menyingkapkan hati kita yang sebenarnya. Kedua, Bukan supaya Allah  mengenal Anda (karena Allah telah mengenalmu) tetapi supaya Anda mengenal diri Anda dengan lebih baik. Padang Gurun bukanlah jalan pintas. Disini, Anda belajar mentoleransi ketidakenakan dan bertahan dengan situasi itu.  Itu semua adalah bagian dari pelatihan. Itu hanya sebuah tingkatan dalam kurikulum di universitas Padang Gurun Allah. Untuk belajar di kampus padang Gurun Allah, ada dua perkara penting yang perlu kita pelajari di , yaitu :

Bidang Studi ”Kegelapan” : Padang Gurun adalah tempat yang tidak kita kenal. Musa ketika ia remaja dan menginjak dewasa berada di Mesir dengan segala kemewahannya karena berada di lingkungan kerajaan. Tetapi begitu ia sampai di Padang Gurun ia harus mengatasinya dengan cara menjadi ”bukan siapa-siapa (bukan anak raja, bukan penguasa di Mesir, bukan bos, dsb). Oleh karena itu ia mau menggembalakan domba mertua Yitro. Untuk bisa lulus dari sekolah Padang Gurun Anda harus melewati kelas kegelapan. Bidang Studi Waktu ( Musa diproses selama 40 tahun) – Kisah 7:29-30.Tidak ada istilah kedewasaan yang bersifat instan. Allah tidak pernah memproduksi umatNya yang kudus secara instan dan massal, tetapi melalui proses di padang gurun. Allah selalu menanganinya satu persatu sampai pemrosesan tersebut menghasilkan suatu kualitas yang tidak dapat diragukan.

Bidang Kesunyian = Melatih kepekaan. Meninggalkan kesibukan dan memilih di tempat kesunyian untuk belajar mendengar suara Allah. Di tempat kesunyian tersebut memiliki suara yang menarik. Bidang Ketidak-nyamanan. Tidak ada yang nyaman di padang gurun di Midian. Ini adalah tempat yang keras, dan panas yang menekan. Musa harus menyesuaikan diri di mana air menjadi komoditas yang sangat berharga. Dia belajar untuk hidup dengan tenggorokan yang kering, bibir pecah-pecah.

            Di sini Allah menghancurkan beberapa penghalang luar yang keras (kerak hati) dalam hidup kita sebelum Dia dapat memperbaharui jiwa kita. Tujuan utamanya adalah menerobos ke dalam batin kita.

Ilusterasi tentang Bambu dan pakis : Kisahnya demikian :
Suatu hari ada seorang pria memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, dari hubungan dengan sesama bahkan memutuskan untuk tidak beribadah lagi. Pria tersebut pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan, ”berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti, katanya ? Tuhan memberi jawaban yang mengejutkan. Lihat sekelilingmu, apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini ? ya, jawabnya.


Lalu Tuhan berkata, ”Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku berikan mereka cahaya yang cukup, aku memberi mereka air.Pakis-pakis itu tumbuh dengan cepat. Warna hijaunya yang menawan itu menutupi tanah. Namun tidak terjadi pada benih bambu. Tetapi Aku tidak berhenti merawatnya.

Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun tetap tidak ada yang terjadi pada benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. Dalam tahun ketiga, tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tetapi Aku tidak menyerah untuk merwatnya, begitu juga dengan tahun keempat. Lalu pada tahun yang kelima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu itu tumbuh dengan mencapai ketinggain 100 kaki. Dia membutuhkan lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang ia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. Tahukah engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedangkan menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak akan menyerah terhadap  bambu itu, begitu juga Aku tidak akan menyerah terhadapmu. Tuhan berkata ”jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu ini memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tetapi keduanya membuat hutan ini menjadi lebih indah.

Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari. Hari-hari yang baik memberi kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberikanpengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.